Dalam pelajaran di Sekolah dasar
dan SMP biasanya RAMAYANA hanya disampaikan pada epos ke-5 saat
Rama di bantu pasukan kera yang
dipimpin Hanoman akhirnya mengalahkan pasukan Raksasa yang
dipimpin Rahwana.
Shinta pun kembali ke pelukan Rama, sedangkan Rahwana gugur dalam perang. Rama sebagai simbol Kebaikan mengalahkan Kejahatan, and happy ending.
Kenyataanya itu hanya sampai pada
epos 5 dari keseluruhan 7 epos
Ramayana.
Pertempuran di Alengka, kerajaan Rahwana adalah awal dari
Epos 6, yang menunjukkan cerita
betapa maha cinta-nya si Raja
Raksasa Rahwana. Bagaimana
disana ditunjukkan bahwa tidak ada
yang benar-benar jahat, dan tidak
ada yang benar-benar baik. 2 sisa
epos ini yang telah diangkat oleh
Sudjiwo Tedjo dalam "konser Maha Cinta Rahwana".
****
Shinta telah kembali ke daerah hutan
Bharata tempat Arjuna membangun
kerajaanya, Shinta dan Rama tidak hidup bahagia, namun ketika Shinta ketahuan Hamil. Saat itu Rama murka. Dia menuduh bahwa selama masa
penyekapan Shinta oleh Rahwana,
mereka sempat bercampur dan anak
dalam kandungan Shinta adalah
anak dari Rahwana.
Shinta sedih bercampur kecewa atas tuduhan Rama, dia menjelaskan bahwa dia tidak pernah bercampur dengan Rahwana. karena kenyataanya Rahwana takut menyentuh Shinta karena dia tahu kalau dia berani menyentuh Shinta, sang putri yang sangat ia cintai tidak akan segan
untuk bunuh diri.
Ego Rahwana memang memaksa untuk memiliki Shinta, tapi pada akhirnya Hatinya menang
karena tidak mungkin tega menyakiti kekasih yang dia Cintai.
Tak lama kemudian Rama menuntut Shinta untuk membuktikan kesucianya
dengan ritual pati obong. Sebuah
ritual melompat kedalam api. Shinta
bersedia, demi membuktikan
pengabdianya kepada sang suami.
Sebuah api unggun besar di buat di
alun-alun kota Ayodya. Di saksikan oleh
Rama, Lesmana dan Puluhan warga
Shinta melompat kedalam api
unggun tanpa ragu, karena dia benar benar tidak bercampur dengan Rahwana. Setelah berjam-jam api
bergolak dengan panas, api unggun
itu padam dan Shinta selamat. Bukti
bahwa Shinta suci.
Lesmana dan warga bersorak
gembira dengan hasil itu, tapi tidak
dengan Rama. Rama masih ragu
dengan kesucian Shinta.
Malam hari setelah Ritual Pati obong dia mengajak Lesmana untuk bicara 4 mata. Dia meminta lesmana untuk membawa Shinta ke tengah hutan Baratha dan membunuhnya. Pada awalnya Lesmana menolak melakukan itu, karena shinta telah rela melakukan Ritual pati obong dan dia berhasil selamat, itu sudah membuktikan kesuciannya menurut Lesmana, Tapi karena itu adalah perintah dari kaka sekaligus Rajanya akhirnya dia menyanggupi.
Pagi harinya, Lesmana mengajak
Shinta ke tengah hutan. Alih-alih
membunuh Shinta disana , ternyata dia
membuatkan sebuah rumah pohon
untuk Shinta tinggali.
Dia lantas menceritakan permintaan Rama kepadanya, Shinta menangis sejadi- jadinya, dia sangat kecewa kepada sosok Rama yang telah ia bela2 sampai2 merelakan melakukan pati obong namun Rama tega menyuruh Lesmana untuk membunuhnya, namun di sela kesedihan itu ia sangat berterima kasih pada kebaikan hati Lesmana.
Lesmana pun meninggalkan Shinta di
tengah hutan dalam keadaan hamil,
tapi itu adalah hal terbaik yang bisa
dilakukannya untuk menyelamatkan
nyawa Shinta.
Dalam perjalanan pulang dia
sempatkan berburu Rusa, anak panah
yang masih ada darah rusa itu di
serahkan ke Rama sebagai bukti
bahwa dia telah membunuh Shinta.
Rama senang, dan beberapa waktu
kemudian menikah dengan adik
sulung Rahwana, Surpanakha yang
sebelumnya dijadikan tawanan
perang oleh Rama.
Rama akhirnya menghabiskan masa hidupnya bahagia dengan istri dan selir-selir di kerajaan yang dia bangun.
Namun Nasib lain di alami Shinta. Beberapa bulan setelah dia ditinggal Lesmana di tengah hutan,
usia kandungnya sudah sampai pada waktu melahirkan. Saat itu hujan badai
diluar rumah pohon yang di buatkan Lesmana. Tanpa pertolongan seorang
dukun beranak Shinta berjuang
melahirkan anaknya. Dalam rasa
sakit yang hebat dia berusaha
meraih-raih tirai untuk digenggam
sambil dia mendorong anaknya keluar. Malang dia meraih ekor seekor ular raksasa. Sontak Shinta pun Kaget dan panic, dua anak kembar Shinta lahir,
namun Shinta sendiri tidak selamat.
Dalam keadaan yang sangat kritis itu jiwa Rahwana menerobos keluar dari
Dhurma (alam setelah mati)
menjemput ke-2 anak kembar Shinta
dan menyerahkan dalam asuhan
Valmiki (seorang sakti, resi, dewa).
Dalam perjalananya ke Kahyangan
untuk menemui Valmiki, Rahwana
membentangkan dua anak kembar
yang akhirnya diberi nama Lava dan
Khusa kepada dunia. Dia bertutur
“Hai Dunia? Sesungguhnya siapa
yang Banjingan? Aku atau Rama?”.
****
Well ya Ramayana memang
merupakan sebuah karya sastra yang
mengagumkan. Betapa dalam tiap
epos-nya mengundang kita untuk
berdecak kagum dengan aksi, emosi,
dan penokohan karakternya.
***
Satu hal tentang Ramayana, di cerita
itu tidak ada ada karakter yang
benar-benar baik, dan tidak ada
yang sepenuhnya hitam. Lihatlah
Rama, yang heroic tapi tega
menyuruh adiknya untuk membunuh
istrinya, dan bahkan menikah
dengan adik sulung musuh
bebuyutanya. Lihatlah Lesmana,
yang loyal dan setia tapi dalam
kebingungnya dia memilih
menghianati raja sekaligus
kakaknya. Lihatlah Shinta, yang setia
namun di Hatinya mengagumi
Rahwana dengan diam-diam.
Lalu Rahwana, sang Maha Cinta. Dia
yang sangat Jahat dengan merebut
Shinta dari Rama namun tetap
mencintai Shinta meskipun dengan
cara yang salah.
Betapa dia sangat takut untuk menyakiti orang yang dicintainya. Mati untuknya, kemudia
menerobos keluar Dhurma untuk
menyelamatkan anak dari orang
yang di Cintainya.
***
Maha Cinta Rahwana...
Rabu, 24 Desember 2014
Selasa, 16 Desember 2014
GELEMBUNG RAHWANA #3
Setelah mendengar suaramu malam ini... mood untuk menulisku kembali lagi... kita terasa masih saling mencintai,
Aku tau kamu masih mencintaiku meskipun kamu tak mau mengungkapkannya padaku, yang jelas seperti apa yang kamu katakan, kangen,cinta,sayang takperlu kita katakan, karena baik aku maupun kamu sudah tau perasaan diantara kita tanpa harus dikatakan,
oh iya sinta aku hampir lupa cara kamu membawaku ke suasana yang hangat dalam obrolan sangat khas, aku di gelorakan bagai laut tanpa pantai, apa lagi saat kita saling berimajinasi sedang berdua di sebuah lapangan yang penuh dengan kambing, ketika aku mengajak kita saling berpelukan untuk melepas rindu kamu menolak dengan alasan bau kambing, ya kambing, aku kau imajinasikan bagi seorang penggembala kambing, tapi sinta aku ini rahwana yang selalu punya cara untuk memelukmu seperti agama.
Aku punya ide bahwa aku dan kamu sama2 bau kambing dan kamu tidak bisa menggunakan alasan bau kambing untuk tidak memeluku, dan seperti biasa sinta kau ini adalah seorang wanita yang tidak pernah mengingkari deal yang sudah kita sepakati, kau pun memeluku dengan penuh rasa kangen di dadamu sampai terasa sesak di dadaku.
Kita terlarut dalam obrolan tak lagi peduli siapapun, aku merasa seperti sedang duduk berdua di sofa yang paling nyaman diantara suara dedaunan pohon yang bergesekan karena tertiup angin, sungguh nyaman sinta sampai sampai aku lupa mengatakan sesuatu kepadamu, namun aku tahu sinta engkau telah mengetahui pertanyaanku meski tak ku tanyakan padamu, engkau pun mencritakan kisah kita ketika kita bersama di jogja, berdua pergi ke acara sekatenan yang di adakan setahun sekali di sana, kita pergi ke alun2 utara yang penuh dengan game2 yang sangat seru, dan pergi ke alun2 kidul untuk makan di lesehan yang di kelilingi sepeda2 yang di hiasi lampu warna warni,
Oh iya sinta, ada satu hal yang tidak bisa aku lupakan saat itu, ya. Saat kita hendak pulang dan aku tidak tahan untuk pergi buang air kecil, kita berdua pontang - panting mencari toilet umum, namun kita berdua hanya menemukan sebuah masjid yang sudah sangat gelap, awalnya aku ragu untuk masuk ke halaman mesjid itu, aku sangat salut padamu yang duduk setia di teras masjid tanpa lamu dan gelap di tambah lagi suara2 jangkrik yang menambah suasana mistis tempat itu, aku pun bergegas pergi ke toilet masjid itu dan alangkah kagetnya aku ketika melihat tulisan "kotak amal, apa anda tidak malu pergi ke masjid hanya untuk membuang kotoran" . Kata 2 sesakten yang akan membuat siapapun yang membacanya, membuka dompet dan mengeluarkan isinya untuk mengisi kotak tersebut.
Akupun tak mau lama2 shinta, karena aku tahu kamu menungguku dengan rasa gelisah di teras masjid, baru kali ini shinta aku melihat sorang wanita sangat mencintai kekasihnya sampai2 rela menunggu kekasihnya buang air kecil di tempat yang sangat gelap, mungkin dari pengalaman itu aku sering mengatakan " romantis itu, wanita yang setia nungguin sendal kekasihnya ketika sedang jum'atan. "
Oh iya ada yang lebih menarik lagi yah, saat itu aku dan kamu hendak kembali ke malioboro dan kita berdua sepakat untuk naik becak kan sinta, ada seorang tukang becak yang mengenakan kaos partai, ya kaos partai, tapi aku agak lupa partai apa dan rasanya tidak penting juga untuk kita bahas, lebih baik aku mengingat-ingat baju yang kamu pakai sinta, baju warna hijau kalau tidak salah kan sinta, iya kamu memakai baju warna hijau muda yang tipis, Aku tahu kamu kedinginan saat malam semakin larut makanya aku mengajakmu pulang, oh iya nafas tukang becak itu loh yang masih aku ingat, saat kita naiki berdua kebetulan jalan yang kita lewati agak nanjak dan berliku seperti cinta kita, sehingga tukang becak yang tidak aku tahu namanya itu ngos2an. Makanya di tengah perjalanan aku pura2 singgah ke ATM dulu, padahal aku tidak nga-ngapain di dalam, maaf kan aku menunda perjalanan pulang saat itu, aku tahu kamu sudah sangat kedinginan, tapi aku juga tahu kamu tidak mungkin tega membiarkan tukang becak itu mati kekurangan nafas kan sinta, heuheuheu. Lah kok malah jadi ngomongin tukang becak yah, padahal lebih banyak lagi cerita yang tidak kalah seru dari itu. Seperti saat naik kora-kora itu loh. Tapi aku tiba2 ngantuk.....
Aku tau kamu masih mencintaiku meskipun kamu tak mau mengungkapkannya padaku, yang jelas seperti apa yang kamu katakan, kangen,cinta,sayang takperlu kita katakan, karena baik aku maupun kamu sudah tau perasaan diantara kita tanpa harus dikatakan,
oh iya sinta aku hampir lupa cara kamu membawaku ke suasana yang hangat dalam obrolan sangat khas, aku di gelorakan bagai laut tanpa pantai, apa lagi saat kita saling berimajinasi sedang berdua di sebuah lapangan yang penuh dengan kambing, ketika aku mengajak kita saling berpelukan untuk melepas rindu kamu menolak dengan alasan bau kambing, ya kambing, aku kau imajinasikan bagi seorang penggembala kambing, tapi sinta aku ini rahwana yang selalu punya cara untuk memelukmu seperti agama.
Aku punya ide bahwa aku dan kamu sama2 bau kambing dan kamu tidak bisa menggunakan alasan bau kambing untuk tidak memeluku, dan seperti biasa sinta kau ini adalah seorang wanita yang tidak pernah mengingkari deal yang sudah kita sepakati, kau pun memeluku dengan penuh rasa kangen di dadamu sampai terasa sesak di dadaku.
Kita terlarut dalam obrolan tak lagi peduli siapapun, aku merasa seperti sedang duduk berdua di sofa yang paling nyaman diantara suara dedaunan pohon yang bergesekan karena tertiup angin, sungguh nyaman sinta sampai sampai aku lupa mengatakan sesuatu kepadamu, namun aku tahu sinta engkau telah mengetahui pertanyaanku meski tak ku tanyakan padamu, engkau pun mencritakan kisah kita ketika kita bersama di jogja, berdua pergi ke acara sekatenan yang di adakan setahun sekali di sana, kita pergi ke alun2 utara yang penuh dengan game2 yang sangat seru, dan pergi ke alun2 kidul untuk makan di lesehan yang di kelilingi sepeda2 yang di hiasi lampu warna warni,
Oh iya sinta, ada satu hal yang tidak bisa aku lupakan saat itu, ya. Saat kita hendak pulang dan aku tidak tahan untuk pergi buang air kecil, kita berdua pontang - panting mencari toilet umum, namun kita berdua hanya menemukan sebuah masjid yang sudah sangat gelap, awalnya aku ragu untuk masuk ke halaman mesjid itu, aku sangat salut padamu yang duduk setia di teras masjid tanpa lamu dan gelap di tambah lagi suara2 jangkrik yang menambah suasana mistis tempat itu, aku pun bergegas pergi ke toilet masjid itu dan alangkah kagetnya aku ketika melihat tulisan "kotak amal, apa anda tidak malu pergi ke masjid hanya untuk membuang kotoran" . Kata 2 sesakten yang akan membuat siapapun yang membacanya, membuka dompet dan mengeluarkan isinya untuk mengisi kotak tersebut.
Akupun tak mau lama2 shinta, karena aku tahu kamu menungguku dengan rasa gelisah di teras masjid, baru kali ini shinta aku melihat sorang wanita sangat mencintai kekasihnya sampai2 rela menunggu kekasihnya buang air kecil di tempat yang sangat gelap, mungkin dari pengalaman itu aku sering mengatakan " romantis itu, wanita yang setia nungguin sendal kekasihnya ketika sedang jum'atan. "
Oh iya ada yang lebih menarik lagi yah, saat itu aku dan kamu hendak kembali ke malioboro dan kita berdua sepakat untuk naik becak kan sinta, ada seorang tukang becak yang mengenakan kaos partai, ya kaos partai, tapi aku agak lupa partai apa dan rasanya tidak penting juga untuk kita bahas, lebih baik aku mengingat-ingat baju yang kamu pakai sinta, baju warna hijau kalau tidak salah kan sinta, iya kamu memakai baju warna hijau muda yang tipis, Aku tahu kamu kedinginan saat malam semakin larut makanya aku mengajakmu pulang, oh iya nafas tukang becak itu loh yang masih aku ingat, saat kita naiki berdua kebetulan jalan yang kita lewati agak nanjak dan berliku seperti cinta kita, sehingga tukang becak yang tidak aku tahu namanya itu ngos2an. Makanya di tengah perjalanan aku pura2 singgah ke ATM dulu, padahal aku tidak nga-ngapain di dalam, maaf kan aku menunda perjalanan pulang saat itu, aku tahu kamu sudah sangat kedinginan, tapi aku juga tahu kamu tidak mungkin tega membiarkan tukang becak itu mati kekurangan nafas kan sinta, heuheuheu. Lah kok malah jadi ngomongin tukang becak yah, padahal lebih banyak lagi cerita yang tidak kalah seru dari itu. Seperti saat naik kora-kora itu loh. Tapi aku tiba2 ngantuk.....
GELEMBUNG RAHWANA #2
Sinta, aku terlalu demam rindu sampai lupa belum ku katakan selama ini aku tinggal di wilayah Pucung. Ya. Pucung. Di kabupaten dngn empat sumbr daya utama matahari, udara, laut, dan bumi itu ada suatu jalan. Namanya Kundalini. Kiri-kanannya tumbuh pohon mahoni dan ketapang. Mereka berselang-seling. Dari bwh sampai kira-kira stinggi ubun2mu, dilabur kapur putih...
Bila malam bertambah malam, Sinta, sorot lampu kendaraan yg insomnia akan membuat kiri kanan jalan Kundalini tampak bagai barisan aksen warna putih sepatu2 militer. Indah, senyap, sekaligus mengerikan. Jalan itu membentang amatlah panjang dari pusat kota. Ujungnya mentok ke suatu dusun. Namanya dusun Chakra Cikri. Aku di situ
Orang2 slalu bertanya. Apakah jalan dari pusat kota menuju dusun Chakra Cikri Lurus atau berkelok. Mungkin mereka belum tau perkataan syekh Among Raga dalam serat Centininya yg mengatakan "Tak usah merasa paling suci, Karena setiap jalan Lurus maupun bengkok, ada kubangannya", mungkin bagi sebagian orang memaknai perkataan itu hanya sekedar perkataan. Tapi aku tau kamu bukan orang yang seperti itu Sinta, menurutku kata2 itu memiliki makna yg sngt besar.
Setiap belanga, ada asam garamnya, ada pahit getirnya...
Aku yakin bila suatu saat hari kamu juga akan bertandang ke gubukku, dengan barisan bunga kana merah kekuningan di sela2 setiap pohon mahoni, aku yakin kamu tak akan bertanya kepada siapapun. Siapapun bisa berwajah orang yg hendak pergi ke ladang maupun pasar, karena di sini kebanyakan orang mencari nafkah di ladang maupun pasar. Aku yakin mustahil kamu bertanya kpda mereka lempeng atau berkelokkah jalan Kundalini menuju gubukku. Karena aku merasa Kamu lah Among raga itu Sinta, karena dalan serat centininya Among raga itu berkata padaku "Among" itu 'membimbing, mengasuh, menggembala. Raga ya raga, dia itu siapapun yg ada di berbagai musim tak lain kecuali among raganya. Aku merasa among raga ada dalam dirimu Sinta.
Temanku banyak bercerita tentangmu, kalau kamu sangat mirip among raga....
Bila malam bertambah malam, Sinta, sorot lampu kendaraan yg insomnia akan membuat kiri kanan jalan Kundalini tampak bagai barisan aksen warna putih sepatu2 militer. Indah, senyap, sekaligus mengerikan. Jalan itu membentang amatlah panjang dari pusat kota. Ujungnya mentok ke suatu dusun. Namanya dusun Chakra Cikri. Aku di situ
Orang2 slalu bertanya. Apakah jalan dari pusat kota menuju dusun Chakra Cikri Lurus atau berkelok. Mungkin mereka belum tau perkataan syekh Among Raga dalam serat Centininya yg mengatakan "Tak usah merasa paling suci, Karena setiap jalan Lurus maupun bengkok, ada kubangannya", mungkin bagi sebagian orang memaknai perkataan itu hanya sekedar perkataan. Tapi aku tau kamu bukan orang yang seperti itu Sinta, menurutku kata2 itu memiliki makna yg sngt besar.
Setiap belanga, ada asam garamnya, ada pahit getirnya...
Aku yakin bila suatu saat hari kamu juga akan bertandang ke gubukku, dengan barisan bunga kana merah kekuningan di sela2 setiap pohon mahoni, aku yakin kamu tak akan bertanya kepada siapapun. Siapapun bisa berwajah orang yg hendak pergi ke ladang maupun pasar, karena di sini kebanyakan orang mencari nafkah di ladang maupun pasar. Aku yakin mustahil kamu bertanya kpda mereka lempeng atau berkelokkah jalan Kundalini menuju gubukku. Karena aku merasa Kamu lah Among raga itu Sinta, karena dalan serat centininya Among raga itu berkata padaku "Among" itu 'membimbing, mengasuh, menggembala. Raga ya raga, dia itu siapapun yg ada di berbagai musim tak lain kecuali among raganya. Aku merasa among raga ada dalam dirimu Sinta.
Temanku banyak bercerita tentangmu, kalau kamu sangat mirip among raga....
Langganan:
Komentar (Atom)