Selasa, 16 Desember 2014

GELEMBUNG RAHWANA #2

Sinta, aku terlalu demam rindu sampai lupa belum ku katakan selama ini aku tinggal di wilayah Pucung. Ya. Pucung. Di kabupaten dngn empat sumbr daya utama matahari, udara, laut, dan bumi itu ada suatu jalan. Namanya Kundalini. Kiri-kanannya tumbuh pohon mahoni dan ketapang. Mereka berselang-seling. Dari bwh sampai kira-kira stinggi ubun2mu, dilabur kapur putih...
  Bila malam bertambah malam, Sinta, sorot lampu kendaraan yg insomnia akan membuat kiri kanan jalan Kundalini tampak bagai barisan aksen warna putih sepatu2 militer. Indah, senyap, sekaligus mengerikan. Jalan itu membentang amatlah panjang dari pusat kota. Ujungnya mentok ke suatu dusun. Namanya dusun Chakra Cikri. Aku di situ
  Orang2 slalu bertanya. Apakah jalan dari pusat kota menuju dusun Chakra Cikri Lurus atau berkelok. Mungkin mereka belum tau perkataan syekh Among Raga dalam serat Centininya yg mengatakan "Tak usah merasa paling suci, Karena setiap jalan Lurus maupun bengkok, ada kubangannya", mungkin bagi sebagian orang memaknai perkataan itu hanya sekedar perkataan. Tapi aku tau kamu bukan orang yang seperti itu Sinta, menurutku kata2 itu memiliki makna yg sngt besar.
 Setiap belanga, ada asam garamnya, ada pahit getirnya...
  Aku yakin bila suatu saat hari kamu juga akan bertandang ke gubukku, dengan barisan bunga kana merah kekuningan di sela2 setiap pohon mahoni, aku yakin kamu tak akan bertanya kepada siapapun. Siapapun bisa berwajah orang yg hendak pergi ke ladang maupun pasar, karena di sini kebanyakan orang mencari nafkah di ladang maupun pasar. Aku yakin mustahil kamu bertanya kpda mereka lempeng atau berkelokkah jalan Kundalini menuju gubukku. Karena aku merasa Kamu lah Among raga itu Sinta, karena dalan serat centininya Among raga itu berkata padaku "Among" itu 'membimbing, mengasuh, menggembala. Raga ya raga, dia itu siapapun yg ada di berbagai musim tak lain kecuali among raganya. Aku merasa among raga ada dalam dirimu Sinta.
 Temanku banyak bercerita tentangmu, kalau kamu sangat mirip among raga....

Tidak ada komentar:

Posting Komentar